Senin, 22 Januari 2018

Cerita Fiktif: Summer Rain

Summer Rain

Oleh: Zulfaa Khoirunnissa


                                                                                                                                               
Cinta bisa datang secara tiba-tiba ke siapa saja, seperti hujan di musim panas ini. Suara dari rintikan hujan terdengar sangat keras, hingga membuat tidurku tidak nyenyak. Kamu seperti hujan bagiku.
Yerin Jung adalah namaku. Aku gadis asal Busan Korea Selatan. Tetapi sejak lulus SMP aku pindah ke Seoul, karena Ayahku pindah tugas atas pekerjaannya. Aku menyukai hujan. Karena hujan adalah kenangan. Kenangan yang mempunyai cerita indah pada masanya. Kenangan yang membuatku teringat oleh sesosok pria yang tinggi dan hangat. Kenangan yang tidak bisa aku lupakan begitu saja. Aku menunggu sosok itu.
Apakah dia akan kembali?
                                                    20 Agustus 2014                                                       
 “Wah pagi hari yang cerah, aku rasa hari ini tidak akan turun hujan.” ucapku lalu melihat kearah payung bewarna kuning bergambar pikachu.
“Maafkan aku pikachu, aku rasa aku tidak membutuhkanmu dan kau harus istirahat hari ini.” Kataku sembari tersenyum ke arah benda kesayanganku.
“Ibu, aku berangkat dulu ya!” kataku sedikit berteriak.
Akan tetapi tidak ada jawaban dari Ibu. Mungkin dia sedang menjemur pakaian di halaman belakang sehingga suaraku yang merdu dan sedikit cempreng ini tidak terdengar olehnya.
Aku melangkahkan kakiku dengan penuh semangat. Sekitar 30 menit untuk bisa sampai ke sekolah. Setibanya di gerbang sekolah, tiba-tiba langit tampak bewarna kelabu seakan akan ingin menumpahkan isinya. Tetesan-tetesan air dari langit kelabu itu turun ke bawah membasahi halaman sekolah. Aku mempercepat langkahku. Tetesan tetesan air itu semakin cepat turun seirama dengan kecepatanku melangkah. Jarak dari gerbang menuju gedung sekolah lumayan jauh, akhirnya aku berlari sekencang-kencangnya sambil memejamkan mataku karena tetesan tetesan air ini semakin deras.
“Brukk!”.
“Akhh...” rintihku.
“Sialan! sepertinya aku menabrak tiang bendera.” Ucapku dalam hati. Aku mengelus kepalaku yang sakit akibat tabrakan tadi.
“Nona, apakah kau baik baik saja?”. Terdengar suara pria yang lembut dan sumber suara itu dekat denganku.
“Hah?” Aku membuka mataku perlahan.
Dan ternyata tiang bendera itu hidup! Ah maksudku ternyata aku menabrak pria bertubuh tinggi. Dia mengulurkan tangannya di tengah hujan deras ini. Aku meraih tangannya yang besar kemudian berdiri secara perlahan. Tiba-tiba dia menarik tanganku dan menuntunku sambil berlari menuju gedung sekolah.
“Apakah kau baik baik saja nona?” tanya pria itu.
Aku hanya mengangguk dengan ragu.
“Maafkan aku, aku tidak melihat ke arah depan sehingga aku menabrakmu.” Kataku sambil sedikit membungkuk ke arahnya.
“Tidak apa apa, lain kali kau harus berhati-hati.” Jawabnya singkat.
Kemudian pria itu mengambil sesuatu dari tasnya. Dia memberiku sebuah handuk kecil kemudian dia pergi meninggalkan aku. Dia terlihat dingin, namun sangat peduli terhadap orang disekitarnya. Aku tersenyum menatapnya melangkah pergi. Jujur saja menurutku dia tampan dan dia orang baik. Sepertinya aku jatuh cinta kepadanya.
Keesokan harinya ada pertandingan basket di sekolahku. Aku tidak sabar melihat pria-pria anggota tim basket yang katanya ‘tampan’. Aku duduk di tribun bersama Eunha temanku. Eunha adalah teman pertamaku di sekolah ini. Karena aku orang baru di Seoul dan aku juga termasuk murid baru kelas 1 di sekolah menengah atas ini. Pertandingan pun di mulai. Aku melihat Eunha sangat antusias.
“Hei kau sangat bersemangat sekali.” Ucapku sambil melihat tingkah laku Eunha.
“Tentu saja, karena aku suka pria tampan dan bertubuh tinggi, hehehe.” jawabnya.
“Aigoo.. dasar kau ini.”
Kami melihat pertandingan tersebut lalu mataku tertuju pada sosok pria yang bertubuh tinggi.
“Bukankah dia...” ucapku pelan sambil memperhatikan pria bertubuh jangkung tersebut.
Ya dia adalah pria yang aku tabrak kemarin. Ternyata dia seorang anggota tim basket di sekolah ini. Pantas saja tubuhnya tinggi sehingga aku mengiranya tiang bendera.
“Lihatlah dia sangat tampan, bahkan cara dia bermain bola basket pun terlihat sempurna.” Gumamku sambil memperhatikan dia.
Sepertinya aku jatuh cinta kepadanya untuk yang kedua kali.
Waktu terus berlalu, kini pertandingan sudah berakhir, tim pria tampan itu menang. Aku pun ikut senang. Sepertinya dia adalah senior yang baik. Ketika aku hendak pulang sekolah, tetesan tetesan air jatuh lagi dari langit kelabu. Kali ini tetesan tetesan air itu sangat deras melebihi kemarin. Bukankah ini musim panas? Kenapa hujan turun secara tiba-tiba?. Hujan di musim panas ini seperti perasaanku yang tiba-tiba jatuh cinta kepada pria itu.
“Huft.. baiklah karena aku tidak membawa payung pikachu kesayanganku, aku akan menunggu hujan ini sampai reda.” Kataku dengan perasaan sedikit kecewa.
30 menit berlalu, hujan ini belum berhenti juga namun tidak terlalu deras lagi. Aku mendengar langkah kaki seseorang kemudian aku menoleh ke arah belakang dan melihat sesosok pria. Pria itu membawa sebuah payung ditangannya. Perlahan-lahan dia semakin mendekat ke arahku.
“Apakah dia akan berbagi payung denganku?” Ucapku dalam hati.
Dan ternyata benar. Dia adalah pria tampan itu. Karena sekolah sudah sepi, dia mengajakku untuk pulang bersama. Melewati hujan dengan payung biru besar miliknya. Suasana yang sangat tenang saat pulang sekolah. Hawa yang dingin namun terasa hangat ketika bersamanya. Rintikan hujan di musim panas yang terus berjatuhan seolah-olah tidak ingin berhenti. Aku memandangi wajahnya diam-diam kemudian tersenyum kecil. Sepertinya aku jatuh cinta kepadanya untuk yang ketiga kali.
Kami berdua berhenti di sebuah cafe untuk menghangatkan diri. Kami berdua memesan dua cangkir Hot Chocholate yang menjadi menu andalan di cafe ini. Kami berdua saling memperkenalkan diri. Pria itu bernama Sehun Oh. Dia adalah seorang murid kelas 2 SMA. Menurut informasi yang ku dapat, dia cukup populer dan banyak dikagumi para wanita di sekolah kami. Seolah-olah dia adalah bintang di SMA. Rintikan air hujan berhenti, aku berpamitan pulang kepadanya. Malam harinya aku curhat dengan Eunha lewat telepon genggam miliku. Aku membahas pertemuanku dengan Kak Sehun.
“Wah kau sungguh luar biasa Yerin! Ah aku sangat iri.. bagaimana bisa kau bertemu pria setampan itu, bahkan aku sempat mengaguminya saat pertandingan tadi, tetapi karena kau telah dekat dengannya, aku akan mundur dan mencari pria yang lebih tampan darinya, hihihi.” Kata Eunha dengan centil lewat telepon genggamnya.
“Yah dia memang tampan, tapi ketampanan dia bukan hal utama yang membuatku jatuh cinta kepadanya. Dia adalah sosok yang baik. Meskipun banyak yang berprasangka bahwa dia itu bad boy karena ekspresinya yang cuek.” Ucapku.
Kami terus berbincang-bincang sampai aku merasa lelah dan mulai mengantuk.
Semakin hari, aku dan Kak Sehun semakin dekat. Banyak yang mengira kami berpacaran. Padahal kenyataannya tidak, walaupun aku jatuh cinta padanya tapi pertemananku dengannya sudah cukup membuatku senang. Sudah 1 bulan aku berteman dengan Kak Sehun. Hari-hariku selalu dihiasi oleh dia. Ketika dia sedang latihan basket, aku melihatnya dari kejauhan dan menyemangatinya sambil berteriak di tribun. Sepertinya banyak wanita di sekolah ini yang iri kepadaku karena aku bisa dekat dengan Kak Sehun. Kak Sehun tipe orang yang dingin tapi sebenarnya dia sangat peduli kepada orang lain. Tampangnya memang terkesan dingin, cuek, dan jutek. Sehingga orang-orang sudah berprasangka buruk terlebih dahulu sebelum mengenalnya dan hanya bisa mengagumi dia karena parasnya yang tampan serta bakatnya dalam bidang basket dan Bahasa Inggris. Saat aku kesulitan mengerjakan soal Bahasa Inggris, dia selalu membantuku. Dia memang pintar Bahasa Inggris dan pernah mendapat juara 1 lomba debat Bahasa Inggris antar sekolah. Kadang aku mengajaknya makan bersama saat istirahat, karena dia suka menyendiri saat makan. Canda dan tawa sudah sering kami lakukan. Kisah ku dengan Kak Sehun begitu manis sehingga membuatku tak bisa lepas darinya.
 Musim panas masih berlangsung. Suatu hari saat pulang sekolah, tetesan-tetesan air jatuh lagi dan sialnya aku tidak membawa payung pikachu kesayanganku. 30 menit kemudian, datanglah Kak Sehun dari arah belakangku. Dia membawa payung biru besar miliknya.
“Apakah dia akan berbagi payung denganku lagi? Ucapku dalam hati.
Dan ternyata benar. Kami pulang bersama melewati hujan dengan payung besar bewarna biru miliknya. Suasana inil lah yang paling aku suka saat bersamanya. Di tengah perjalanan tiba-tiba dia berhenti berjalan kemudian menoleh ke arahku. Aku melihatnya dengan tatapan bingung seperti ada sesuatu yang ingin disampaikan. Dia menghela nafas perlahan kemudian mulai berbicara.
“Yerin... Aku.....” ucapnya pelan dan sedikit ragu.
“Ada apa?” jawabku penasaran.
Apakah dia akan menyatakan cinta kepadaku? Ya aku harap begitu, namun..
“Yerin, aku akan pergi ke London.” Ucapnya dengan singkat dan jelas.
Mataku terbelalak kaget. Aku bingung saat itu. Entah apa yang harus aku lakukan pada saat itu. Sungguh hatiku tidak rela dia pergi, walaupun aku dan Kak Sehun hanya berteman tapi hati ini seakan akan melarang dia untuk pergi. Aku terdiam sesaat dan menunduk. Tiba-tiba dia memelukku dengan erat. Pelukannya yang hangat membuat tetesan-tetesan air jatuh. Namun tetesan-tetesan air ini berbeda. Tetesan-tetesan air ini jatuh dari mataku. Aku mulai berbicara.
“Kapan kau akan pergi?” tanyaku dengan nada sedih.
“Besok pagi.” Jawabnya singkat.
“Secepat itukah?” aku menatapnya dengan nanar.
Dia terdiam lalu mengelus kepalaku dengan lembut.
“Mengapa kau pergi ke London?” tanyaku lagi.
“Itu cita-citaku sejak kecil, aku mendapat beasiswa di sana, dan aku tidak bisa menolaknya begitu saja.” Jawabnya.
“Maafkan aku Yerin.” Lanjutnya.
Aku terdiam sejenak saat itu. Lalu dia melanjutkan perkataannya lagi.
“Maafkan aku karena ini secara tiba-tiba. Dan jujur saja berat juga untuk meninggalkanmu. Sebenarnya aku menyayangimu Yerin. Selama ini aku menganggapmu teman dan jika kita berpacaran aku takut kau akan membenciku dan beranggapan bahwa aku lelaki yang tidak bertanggung jawab. ” ucapnya.
Tetesan-tetesan air dari pelupuk mataku jatuh lagi. Dengan refleks aku memeluknya erat.
“Aku juga menyayangimu Kak Sehun. Tidak apa-apa jika ini cita-citamu, jangan khawatirkan aku, dan teruslah berusaha dengan apa yang kau cita-citakan. Aku juga akan berjuang meraih cita-citaku sepertimu!” Kataku sambil tersenyum kecil kepadanya.
Dia hanya tersenyum kemudian mencium keningku.
“Pulanglah, bawa payungku ini. Bawa terus agar kau tidak kehujanan walaupun di musim panas ini karena hujan suka datang dengan tiba-tiba dan juga agar kau tidak kepanasan. Anggaplah payung itu adalah aku yang selalu menjagamu.” Ucapnya sambil tersenyum kearahku.
Perlahan-lahan dia mulai menjauh dariku dan pergi meninggalkan aku. Aku menatapnya yang perlahan-lahan semakin menghilang. Sepertinya aku jatuh cinta lagi kepadanya untuk yang kesekian kalinya.
                                                                                                                                               
Sudah tiga tahun lamanya. Aku telah lulus SMA. Kini, aku melanjutkan pendidikanku di sebuah perguruan tinggi negeri. Pergaulan di perguruan tinggi memang lebih bebas dibandingkan pergaulan di SMA. Aku dan Eunha kuliah di perguruan tinggi yang sama, yaitu di Seoul University. Aku mengmbil jurusan Sastra Inggris, entah mengapa aku tertarik dengan jurusan ini. Mungkin supaya aku bisa pergi ke luar negeri seperti London? Hehe. Sedangkan Eunha memilih jurusan Ekonomi. Mungkin supaya dia bisa memajukan perekonomian negeri ini hehehe.
Ketika aku pulang kuliah, tetesan-tetesan air dari langit yang awalnya biru sekarang menjadi sedikit kelabu jatuh membasahi tanah negeri ginseng ini. Padahal sekarang musim panas. Aku baru ingat, payung biru besarku yang selalu aku bawa, tertinggal di kelas. Aku memutuskan untuk berteduh di halte bis terdekat dan menunggu hujan reda. 30 menit telah berlalu, aku melihat sekeliling jalanan dan tiba-tiba mataku tertuju pada seorang pria tinggi seperti tiang bendera yang sudah lama aku kenal. Dia membawa payung besar, warnanya bukan biru tetapi pink. Wajahnya tidak asing bagiku. Namun dia sedikit berbeda sekarang. Kini dia jauh lebih tampan! Setelah sekian lama tidak bertemu, sekarang aku melihatnya kembali. Perlahan-lahan dia mendekatiku dan tersenyum seperti malaikat.

“Apakah dia akan berbagi payung denganku?” ucapku dalam hati sambil tersenyum.
                                                                                                                                               

Teman Sekolah - Teman SMA

(Cerita ini berdasarkan pengalaman pribadi gua. Bahasa ga baku, maaf kalo ada typo :v, ngetik sesuka hati. Gua cuma share cerita aja siapa tau berkah :v.)

Cerita ini ga full, ini intinya saja y teman teman kalo mau full ya gua bikin novel bukan dalam bentuk catatan gini hehehe note: nama nama yang tercantum disini adalah nama samaran :> Setelah lulus SMP gua lanjut ke SMA Kirin[?:v *bukan nama sebenarnya. Gua ngikutin saran dari babeh & ngikutin kakak gua. Gua masuk lewat jalur pgri walaupun sebenarnya dari nem juga bisa. Pertama kali masuk sekolah itu kesannya luas, ijo, & bersih. Pas persiapan mos gua sibuk banget beli ini itu sama bikin ini itu, kehujanan juga, pulang pas magrib. terus gua nangis tuh bikin tas segilima susah juga jadi dibantu ortu gua sampe jam 12 malem :'v Capek banget gileee. Ini pas bulan puasa, besoknya gua bangun pagi pagi minta anter & gua lupa bawa name tag hari pertama ini gua rada telat padahal gua bangun pagi-_- ya rada jauh juga sih kendala nya sama harus beli balon dulu di perempatan jalan. Hari pertama mos its okey, dikasih toleransi. Gua dapet temen kelas mos yang lumayanlah, gua jarang ngomong tapi bukan berarti ga komunikasi ke yang lain. hari demi hari gua jalanin, ini mos sampe seminggu. pas diacara puncak ya seneng sih akhirnya selesai juga :'> gua rada capek hari itu. Besoknya gua psikotes, pas tes gua rada ga fokus efek masih capek dan tes nya pagi. Hari senin nya gua nyari kelas sampe muter[? padahal mah aslinya seberangan dari kelas mos:v kan gua gatau y. Sesuai dengan firasat gua, gua dapet kelas ips 1. Sepertinya gua telat masuk, gua dapet bangku paling belakang di pojok kanan. terus gua kenalan tuh sama temen sebangku gua namanya hyuna. gua banyak diem karena banyak yang ga gua kenal. Lama lama, akhirnya gua hapal & kenal sama yang lain. awal awal gua deket nya sama hyuna, jessi, & umji. suka ngobrol bareng sama ngerjain tugas bareng, foto foto juga hehe ya asiklah :>. pernah deket juga sama sojin karena pulang sejalur[?. gua rada kaget sih pas masuk kelas 10, tugas nya banyak & gua banyak ga beli buku paket baru yg kurtilas karena masih ada buku yg bekas kakak gua ya walaupun ktsp sih tapi materinya ada yg sama, kalo materinya ga ada gua bisa searching, hp gua saat itu masih pake nokia yang pencetan ukuran nya kecil :'>. gua jalanin ajalah & berjuang keras walaupun mumet :'v. eskul pramuka wajib, gua yang ga suka pramuka terpaksa ikut karena wajib:'> y gua emang beda banget sama kakak gua yang suka banget sama pramuka. kakak gua anak ipa dan gua ips. Dan kakak gua ini aktif organisasi sedangkan gua ga aktif. YA EMANG BEDA lah walaupun kakak-adik bukan berarti sifat juga sama! anak kembar aja fisik hampir sama tapi sifat beda kok gua suka banget disindir kaya gini, disuruh aktif lah masuk ipa lah ini lah itu lah dibanding bandingin sama kakak gua ga suka please gua y gua bukan orang lain :>. Di kelas 10 ini banyak kerja kelompoknya. Ada yang males ada yang rajin. Menurut gua sih udah cukup kompak, kebersamaan nya kurang dapet sih dan kendala nya itu banyak yang nyantai nyantai nya alhasil jadi banyak ketinggalan dibanding kelas lain. Nilai yang gua dapet juga kebanyakan pas pasan & sering kena remedial. Susah banget dapet nilai bagus :'>. Teme kelas cewe lumayanlah, bisa diajak kerja sama. Tapi yang cowo yang kurang banyak males nya. Suka ribut juga di kelas kadang gua merasa terganggu. tapi sebenernya mereka semua ini asik kalo menurut gua. pas kemah itu melelahkan sekali :'v tapi seru sih, gua kelompokan sama kelompok B lumayan lah ga buruk amat, tadi nya gua di kelompok A, gua pindah karena si hyuna ada di B . Pas mencari jejak juga temen temen bisa diandalkan. susah-seneng bareng. pas acara pensi juga seru hehe. pulang kemah gua nambah item :'> belang nya keliatan banget selama sekolah kulit muka gua belang. Pas semester 2 gua jadi akrab sama dasom & hyorin[? akhirnya kita bikin semacam nama geng namanya 4L mungkin terinspirasi dari girlband 4L jadi namanya juga 4L :'v ewh. Tiap ada event sekolah kita selalu bareng suka foto foto, ngefangirl sama sunbae/kakak kelas, ya banyak bareng nya, kerja kelompok juga, enak pokoknya. Pas gua ultah ke-16 gua ga nyangka mereka ngasih kejutan :'> selama gua ulang tahun gua ga pernah dikasih kejutan sama temen :'> paling cuma diucapin doang :'v ya gua seneng banget waktu itu, gua merasa dipeduliin dan bener bener dianggap jadi sahabat. Tiap ada yang ultah dari kita berempat, selalu kita rayain kecil kecilan :'>. Kenaikan kelas 11, murid nya diacak. gua dapet kelas 11 ips 4 bareng dasom. hyuna ips 3 & hyorin ips 1. Awal awal kelas 11 rada canggung, banyak yg ga gua kenal juga. dan belum pada tau sifat mereka gimana. Hari demi hari gua mencoba untuk memahami sifat anak kelas. Di kelas ini murid nya pinter pinter, banyak yang aktif, kerja sama & kekompakan dapet kalo menurut gua. Asik banget di kelas 11, jarang yang nyantai nyantai malahan cepet kelar tiap kerja kelompok juga bagus bagus[? Pas kelas 12 juga sama. anak muridnya sama dan kelas nya sama ips 4. Sejujurnya gua paling suka di kelas 11, kebersamaan nya masih guru guru juga banyak yang muji ips 4 hehe. Pas kelas 11 itu babeh gua sakit dan perwakilan temen temen pada jenguk babeh gua, disitu gua ngerasa ada kepedulian sesama temen. Tiap ada event seru banget. pas study tour juga seru, banyak candaan nya jadi ngerasa terhibur. Pokok nya masa masa emas[? gua ada di kelas 11 wkwk. Pas kelas 12, hmm entah lah gua benci. Gua lebih banyak sendirian. Dan gua mulai dibully, entah kenapa padahal gua diem aja alias kalem ga banyak tingkah apalagi banyak bacot. Mungkin gara gara 1 orang itu si mr bean. Gua jadi suka diketawain katanya gua diem aja yang lain ketawa gua diem dan gua suka diperhatiin gitu gara gara gua duduk sendiri di depan. PADAHAL kalo gua ngerasa ada hal lucu juga bakal ketawa! IYA GUA DUDUK SENDIRI, temen sebangku gua lagi berjuang buat prestasi nya! sejak saat itu temen temen pada berani bully gua kecuali sahabat. rasa nya gua banyak tersinggung nya apalagi kalo ngomongin masalah kepribadian orang pendiem pasti pada nunjuk ke gua. Cukup sakit hati :'> padahal pas kelas 11 ga kaya gini, ga ada yg berani malah :'> jujur aja gua ga suka diketawain entah apa yg lucu dari gua, kan bukan pelawak :'>. Tugas di kelas 12 lumayan berat, paling inget pas bikin KTI sama praktikum biologi wkwk. Pagelaran kecil kecilan juga enakan berkesan banget. Sebenarnya anak kelas ini kebersamaan nya sama dan aslinya sih baik baik cuma pas kelas 12 ya agak beda dikit udah mulai sendiri sendiri apalagi pas mendekati UN. Kadang kalo gua lagi sendiri ada hyuna nyamper, hyorin juga. Ya yang peduli ya sahabat gua ini. Pokoknya pas kelas 12 gua banyak sendiri nya dan banyak diem nya, ngerasa jenuh dan muak juga. Walaupun begitu di sekolah ini kita lulus bareng, seneng sedih bareng, berjuang bareng, ibadah bareng, belajar bareng, ya bareng bareng[?. Gua cukup bersyukur dan ngerasa seneng bisa sekolah dan ketemu sama temen temen yang awalnya ga kenal sampe sekarang bisa akrab banget. Banyak kenangan juga disana. Diem diem juga gua suka sama seseorang disana jadi ada semangat buat belajar. gua ga pacaran, pacaran nya cukup di rp wkwk. Thanks to sekolah kirin lah makasih banyak juga buat guru guru yang udah ngajarin gua berbagai materi hingga pas detik detik UN diulang lagi materinya. → teruntuk 4L: kalian itu udah ngewarnain bagian dari hidup gua. Tanpa kalian gua ga bakal bahagia juga ga bakal sedih. tanpa kalian gua ga bakal ngerasa arti sahabat dan persaudaraan. Tanpa kalian ga ada kenangan masa masa SMA yang seru. Tanpa kalian mungkin gua merasa terus terpuruk tanpa ada nya hiburan dari kalian. Tanpa kalian mungkin semangat gua bakal turun. Kalian emang ga sempurna begitu juga diri gua. Kalian udah lebih dari cukup, gua ngerasa beruntung bisa sahabatan sama kalian. Gua tau baik-buruk nya kalian, gua juga ngerasa kadang bt sama kalian. Kalian emang ga selalu ada tapi pernah ada buat gua. cuma sama kalian gua bisa akrab banget di SMA ini. jalan jalan bareng, main bareng, curhat bareng, sedih bareng, semua itu udah jadi kenangan manis. Masa masa putih abu abu ini udah dihiasin sama kalian, banyak momen momen dari kita yg ga pernah terlupakan di pikiran gua. Terima kasih udah mau jadi sahabat gua sampai sekarang, mungkin seiring berjalan nya waktu kita jarang komunikasi lagi. Maaf juga kalo gua bukan sahabat yang baik bagi kalian dan pastinya gua banyak salah. I love you gaesss → teruntuk fighters: kalian juga sama udah mewarnai sebagian hidup gua, banyak canda rawa kita, kita suka ngomongin korea, ngomongin oppa oppa ganteng. gua juga suka nebeng download dan nonton di notebook si sulli[? ya sebut saja sulli suka nonton dc bareng juga kita haha. ya tanpa ajakan sulli mungkin gua ga suka nonton dc. sulli juga banyak membantu terutama dalam hal tugas thank u so muchhh. ya pokoknya figters para pejuang dan terbukti kok wkwk. Keep fighters ya wkwk. Ya pokoknya banyak bareng bareng nya sama kalian. ngerp bareng juga sama si krystal[? :"v curhat tentang rp bareng. dance bareng hahaha. banyak deh kenangan sama kalian. → teruntuk orang yang pernah gua suka & sunbae panutanQ: makasih udah bikin hati gua berbunga bunga , jadi lebih semangat, dan penyegar mata . Tanpa kalian mah sekolah ga ada apa apa nya ya ga? untung banyak cogan tanpa cogan hidup gua flat →teruntuk teman teman: ya makasih atas kebaikan dan kebersamaan kalian, makasih juga atas bully nya :') maaf kalo gua bukan temen yang baik wkwk. →teruntuk guru: ya makasih guru guruQ yg telah membuat ku jadi pintar makasih juga ya atas sindiran tajam nya :') Intinya masa masa SMA itu lebih seru dibanding masa tk,sd,smp. Banyak yang kita pelajari dari sini. Untuk kesetiaan mungkin lebih setia temen smp kalo menurut gua :') kalo kekompakan ya temen sma. seru seruan bareng juga lebih banyak di sma. Banyak kenangan manis & pahit di sma. Temen temen sma itu kalo menurut gua baik, kalo nakal dalam hal wajar, bully juga wajar ga sampe jambak jambak atau nyiksa gitu, ya mungkin lebih ke batin aja :') hehe, kerja sama nya oke, mikir dewasa ga bocah, alay juga , peduli juga, suka candaan tapi wajar, kadang suka ngomong kasar/jorok , banyak canda tawa nya deh, dan dewasa gitu. Dalam masa sekolah gua lebih suka masa masa SMA, especially kelas 11. gua ngerasa lebih bebas dan bisa belajar terjun langsung ke lapangan. Cerita masa masa sekolah gua cukup sampai sini, mungkin gua bakal ceritain masa masa kuliah gua nanti dan pastinya masa masa kuliah bakal beda sama masa masa sekolah. Terima kasih buat yang udah baca see you~ ^^

Teman Sekolah - Teman SMP

(Cerita ini berdasarkan pengalaman pribadi gua. Bahasa ga baku, maaf kalo ada typo :v, ngetik sesuka hati. Gua cuma share cerita aja siapa tau berkah :v.)


Hae gaes~ :> gua bakal ceritain temen smp gua okee Gua sekolah di... sebut saja smp mawar[? gua masuk situ pake jalur nem dan ga lewat pgri walaupun sebenernya pgri juga bisa, y entahlah yg penting gua sekolah:v gua masuk kelas gila sedangkan anak pgri masuk kelas bege[? .ggg Waktu pertama kalo mos gua berangkat naik sepeda sama teyon & oyun (nama samaran) mereka berdua itu temen SD gua yang masuk bareng ke smp yg sama. Sumpah ya gua masuk kelas yg penghuni nya ga ada yg gua kenal sama sekali :" sedangkan teyon & oyun ada temen sedaerah rumah. Akhirnya gua duduk di kursi di bangku ketiga gua kenalan tuh sama temen sebangku gua sebut saja jiwon jujur aja sih menurut gua dia mirip kim jiwon, cantik, putih wkwk. terus gua kenalan sama temen nya jiwon dan ujung ujung nya gua kenalan sama semuanya. Pas mos itu gua di kasih tau ada kakak kelas yg ganteng, pas gua liat ya biasa aja sih. Tapi entah tuh lama lama gua jadi suka malah gua suka ngintipin dari balik jendela, parah nya lagi gua nyuruh temen temen gua buat mintain nomer nya dia, terus gua kasih uang ke mereka :"v wkwkwk yaelah konyol banget sih gua. akhirnya gua smsan tuh sama dia tapi ya slowrespon, kaya nya dia emang ga peka ya, yaudah gua nyerah, terus kata si A mantan gua (read: teman sekolah - teman sd) ini si kakak kelas itu ga suka gua, dan waktu itu juga gua nolak balikan sama si A :'>. Oh iya temen gua si oyun berhenti sekolah, yah gua tau masalah nya, dia jadinya mondok. yah berkurang deh temen gua, tinggal gua sama teyon doang. walaupun gitu temen gua kan nambah hehe. Waktu kelas 7, gua mayan akrab sih sama jiwon. Jiwon ini pendiem kaya gua tapi beda nya dia kurang pinter dikit :'v kadang kalo ngobrol ga nyambung :'v suaranya kecil kadang ga kedenger[? ya sama gua juga sih wkwk. pas kelas 7 mah selalu bareng tapi dia jarang jajan, kadang dia puasa, kadang kita jajan di kopsis, kalo gua ajakin ke wc sering banget gamau, katanya sih males-_-. Kadang suka smsan juga, dia juga suka korea tapi drama nya doang yang di tv yg dia tau:>. Pas kelas 8 kan misah, kata temen gua si roa (nama samaran) dia jadinya agak berubah, ga terlalu pendiem lagi, dan ganjen gitu katanya. Ah yaudah lah gua mah bodo amat[? terserah dia mau apa. Pas kelas 9 kaya nya dia kembali lagi dengan sifat awal dia pas kelas 7. Pas kelas 8 dia duduk sendirian, pas kelas 9 dia duduk sama hyoyen (nama samaran). Pas kelas 9 gua jadi ga terlalu akrab sama jiwon. Ya karna jarak bangku nya jga jauh sih. Terus kadang gua temenin kalo dia sendiri ya ngobrol dikit sama duduk disebelah nya aja sih. Kasian lah tiap gua liat jarang yg ajak ngobrol, temen temen yang lain sibuk sama temen deketnya sendiri dia itu suka jadi bahan becanda. Ya dia ikut ketawa juga, becandaan nya ga parah kok. Menurut gua dia itu baik, mungkin ada ga baik nya juga, mungkin aja dia pernah ngomongin gua dr belakang. Yang pasti gua seneng sih bisa temenan sama dia, walaupun kadang dia ngeselin:). Pas kelas 8 gua satu kelas sama si teyon, terus buat geng sahabat gua, teyon, hyesun, sama suji (nama samaran). gua duduk sebangku sama teyon. Teyon ini baik, suka jajan bareng kalo ke kopsis, ya suka bareng gitu lah. kalo kerja kelompok anggota nya dibebasin ya berempat itu haha. selain itu gua temenan juga sama yang lain. temen temen pas kelas 8 itu lebih asik menurut gua dibanding pas kelas 7. gua suka main kesana kemari apalagi pas hari sabtu kan pulang jam 10 wkwk. Kadang main di rumah A, ke rumah B, ke rumah C. Kadang ke mall bareng, terus kerja kelompok pas hari minggu ya ujung ujung nya ga jelas malah main:). Di kelas juga saingan sih, pinter pinter deh:v y walaupun ada yang ga nya. gua inget waktu itu ada ulangan agama nah gua dicontekin sama minhyun[? dan gua nangis karena kesel banget kalo udah dicontekin, akhirnya gua ditenangin sama guru agama terus udah diem:v. Terus ada perdebatan antara yoona dan moonbin[? rame sih wkwk. Dan gua deket sama si yoona, katanya si yoona ini suka sama moonbin tapi entahlah bener atau ga . Pas gua ulang tahun gua sama temen temen belajar fisika bareng di rumah gua. Ya jadi gua ga kesepian di hari ultah wkwk. terus makan mie bareng haha itu dibikinin sama kakak gua. Seru deh gua seneng banget. Pas study tour si hyesun ga ikut katanya. Jadi duduk di bis & kamer bertiga sama teyon & suji. Banyak foto foto deh pas ST, gua bawa kamera soalnya. Tapi sayang foto foto nya kehapus gara gara lupa dipindahin ke CD, karena laptop nya diperbaikin. Pas ST ya gua seneng dan nikamtin perjalanan. masa masa itu kelas 8 yang namanya hari rabu itu sial bagi gua wkwk udah banyak buktinya kok:">. Oh iya hyesun ini konyol banget, gila malahan, ngomong blak blakan, tapi baik dah ni orang, kadang suka pulang bareng jalan kaki wkwk. Kalo suji dia juga baik, pinter, gua kalah cepet kalo disuruh ngerjain soal terus setor ke guru buat dikoreksi:'v. Gua juga suka nanya apalagi soal matematika yang gua ga ngerti. Membantu sekali lah haha. Pas kelas 7 semester 2 gua disuruh ikut suatu eskul, yaudah gua nurut, karena pembina nya babeh gua:v. Awalnya cuma iseng aja kut ikutan eh malah keterusan abis enakan sih wkwk. Yang ngajak gua yang malah berhenti di tengah jalan. Nah gara gara masuk organisasi itu gua deket sama roa & yebin. ga tau deh tiba tiba deket aja gitu, apa apa juga suka bareng, saling bantu juga wkwk. Roa ini baik, setia, malah pas itu gua anggap kaya saudara lah. banyak momen momen sama dia. ga mungkin kan dia sebutib satu satu hehe. entah kenapa pas dia deket sama yang lain gua malah cemburu :'v apakah ini dinamakan cintahhh? .ggg ga woy gua normal :'>. perasaan gua ya sayang sebagai sahabat. gua kangen nih sama si yebin, udah ga ketemu ketemu kalo kangen gua peluk didepan umum wkwk. Pas kelas 9 hubungan gua sama roa udah renggang, dia jadi akrab sama adik kelas, dan gua merasa terlupakan. yawda gua biarinin aja. Kelas 9 gua duduk sama ailee, dari kelas 7 gua akrab kok sama dia karena dia kpopers esp suka suju alias dia elf, dia minta poster gua kasih tuh yang dari tabloid gaul:v terus tukeran stiker kpop, tukeran lagu kpop, pokoknya berbau kpop gitu. ailee ini jail, nyebelin, bawel, tapi baik sama gua, kadang main ke rumah gua sekedar ngobrol. kadang kalo pulang dianter sampe depan jalan raya doang karena beda arah pulang wkwk. pernah ke mall bareng juga hehe. Pas kelas 9 gua, ailee, hyorin, bora suka ngegambar gaje dibuku nya hyorin. suka ngakak sampe nangis gua hahah kocak gambar nya si bora apalagi tu wajah nya mirip seseorang :'v. sebenernya pas kelas 9 gua lebih banyak diem lagi kaya kelas 7. Hm mungkin karena temen temen nya kali ya gua jadi diem lagi. Ya jujur sih gua lebih aktif pas kelas 8. Kelas 9 gua fokus belajar. ga banyak gerak lah[?. gua juga keluar dari organisasi hehe. Temen temen di organisasi itu setia kawan, kebersamaan, tapi tetep aja kaya ada kubu kubuan , ya paling gua akrab nya sama roa, kalo ga adik kelas gua yoojung & saeron. Yoojung ini suka korea juga, dia mintain lagu lagu kpop gitu. Kalo pas latihan gua cewe sendiri, yang lain cowo kadang ngobrol jorok[? y gua stay cool aja kalem dah ikutin latihan :'v .entahlah pas kelas 9 gua ga ada feel lagi sama organisasi. Sebenarnya banyak banget kenangan di organisasi, seneng sedih kecewa asem manis pahit asin semuanya ada :'> dan gua bersyukur banget dianggap keluarga disitu hehe. Untuk soal percintaan.. Hmm pas awal kelas 7 ada seseorang yang senyum gitu kaya merhatiin gua sebut saja minho[? kata temen temen yang sekelas sama minho, minho ini suka sama gua tapi gua b aja. sempet dimintain nomer juga sama temen nya tapi gua diem aja. gua kadang liat minho di daerah gua tinggal,mungkin anak sekitar sini tapi gua gatau. Terus cinta bertepuk sebelah tangan gua sama si kakak kelas udah gua ceritain di awal. Pas kelas berapa ya gua lupa... temen sekelas gua sebut saja Kai dia nembak gua lewat sms kek nya kalo ga salah sih pas kenaikan kelas 8 deh, katanya gua cantik dan dia suka gua pas kelas 7, terus gua tolak :'v y karena gua biasa aja dan ga ada niatan buat pacaran, kek nya dia kecewa dah :'v hehe. Terus pas kapan lagi ya gua lupa :'< gua ditembak lagi sama temen sekelas kelas 7 lewat sms, karena gua juga suka smsan sih sama dia, kadang dia nanyain nomer gua yang mana, sebut saja Daesung gua tolak juga karena gua ga mau pacar pacaran dan rada ilfeel juga sih gara gara perkataan temen gua . Terus pas kelas 8 gua lagi latihan dapet sms lagi ngaku nya sih si Hoseok[? lagi lagi temen sekelas gua pas kelas 7, dia nembak gua bilang suka sama gua, ya gua tolak lagi :'v karena rada ga percaya juga dan b aja sama si hoseok. Pas kelas 8 sebenarnya gua suka sama seseorang sebut saja Sehun menurut gua dia keren, putih, dan pernah deket juga sebelum masuk smp. Tapi y gitu lah gua ga dilirik sama sekali. kalo liat dia tampil itu keren hehe. gua pernah nyapa tapi kaya ga diladenin, yawda lah. Gua pendem aja tuh sampe pas masuk SMA tapi pas SMA gua ga ada rasa lagi soalnya udah ada seseorang yang gua suka lagi hahahaha. Intinya masa masa smp itu asik kok semua rasa ada haha, kesel sama guru juga iya wkwk sampe sekarang sebenarnya gua masih ada rasa kesel sama beberapa guru Temen temen smp asik, setia kawan banget, baik baik, konyol, gila, yang nakal sampe ada kasus juga ada tapi kan ga kenal wkwk. kalo dibanding sama yang lain menurut gua temen smp itu paling setia kawan :'). ga bahas pacaran juga, ya seneng deh pokoknya wkwk. Bersyukur gua sama yang udah mau temenan, bahkan sahabatan sama gua itu berkah banget hehe. For the next~ gua akan ceritain temen SMA thanks buat yang udah baca ^^

Teman Sekolah - Teman SD

(Cerita ini berdasarkan pengalaman pribadi gua. Bahasa ga baku, maaf kalo ada typo :v, ngetik sesuka hati. Gua cuma share cerita aja siapa tau berkah :v.)

Awalnya gua sekolah SD di daerah A, karna ada alasan tertentu, dan ada bibi gua yang ngajar disitu. Menurut gua sekolah disitu ga enak. Gua ga punya temen sama sekali. Duduk aja bertiga mungkin saling banyak nya murid, guru nya ada dua, cewe. Pas itu cuma belajar nulis doang abis itu diparaf. Pas istirahat gua sendirian pergi ke tempat jajanan tapi gua ga jajan sama sekali cuma ngeliatin doang :'v ngeliatin bp'an sama memo. Pas itu gua laper, tapi kata mamah gua ga boleh jajan sembarangan jadi gua tahan laper, bolehnya jajan mr.jusy minuman susu rasa buah gitu. Itu juga belinya pas pulang sekolah di pasar. pokoknya gua pendiem banget wkwk, duduk sebangku sama temen juga diem aja. Gua pernah jalan sendiri pas istirahat tau tau dipatok ayam :'v pernah juga lupa bawa sesuatu yang harus dikumpulin hari itu, jadi gua nangis[? ya karena takut juga sih. Terus bibi gua nyamperin sambil nanyain kenapa? kenapa? tapi gua ga jawab, nangis aja udah:'v. Terus gua sakit tuh beberapa hari. Akhirnya ga berangkat² lagi dan memutuskan untuk pindah sekolah. Jadinya gua sekolah SD di daerah rumah gua karena deket banget wkwk. cuma ya anak anaknya banyak yang nakal. tapi mau gimana lagi kan biar gampang. Nah pertama kali masuk itu, gua kenalan sama B dan D. Mereka ramah. Gua duduk bertiga. Temen² pada ramah dan baik. Pas kelas 1 dapet rangking 4 terus naik rangking 3. Temen gua si A ini pinter juga dia cowo, lumayan ganteng pas itu:3. pas kelas 2, gua suka diledekin sama kakak kelas 3 :'v cowo cowonya doang tapi. pas itu gua pertama kalinya rangking 1 terus malah merosot jadi rangking 4 mungkin akibat gua banyak main sama suka ke bully. Gua suka nangis soalnya anak cowo banyak yang nakalin Sampe kelas 3 dan 4 gua masih di bully. Sumpah ga enak banget, tiap hari diledekin, dinakalin, diece stress pada masa masa itu rangking juga naik turun. Pokoknya gua suka dibully sama temen temen kadang dimusuhin juga sama temen cewe tapi ga lama baikan lagi. Pas kelas 5 & 6 itu gua fokus belajar, udah jarang yang ngeledek juga sih, prestasi juga meningkat. Masa masa ini sering musuhan sama temen cewe, suka ngomongin gua dibelakang ngeselin pokoknya. Gua mengenal jepang dan korea juga pada masa masa ini wkwk. Pas kelas 6, gua mulai haid, dan tertarik sana lawan jenis, tapi tetep aja masih polos entah kenapa gua diem² minta nomer si A yang pinter itu, terus lama lama sahabatan tiap hari sms kadang nelpon. hp waktu itu jadul . Akhirnya gua pacaran sama si A tapi pacaran cuma tahan 2 hari. lebih lama dan lebih indah pas sahabatan wkwk. Si A ini pacar pertama gua haha. Tapi gua bukan pacar pertama baginya pacaran nya juga cuma sms - nelpon. Kalo ketemu ta diem kadang di kelas suka diem diem ngeliatin wksss. kata temen gua si B, si R ini ngeliatin gua mulu, dan katanya si R suka sama gua. ada murid baru sebut saja D, Y dan S. Si S ini suka nyontek ke gua, kesel banget gua sama dia dia cowo btw suka bully juga Masa masa SD ada enak nya ada ga enak nya. enak nya ya belajar & main. guru² nya juga peduli. suka pikinik juga, lumayan banyak temen, jadi gua ga sendiri. Ga enak nya suka dibully :') nangis juga berkali kali gara dinakalin. Bikin stres Menurut gua temen SD itu, lumayan setia lah, ada yang baik ada yang ramah, rata² cowonya pada nakal, suka berantem gitu, kalo cewenya paling omongan omongan yang nyelekit dihati negatifnya. Postifnya mereka sekarang jadi baik sampe sekarang masih temenan hehe. Cukup segini cerita temen SD gua. For the next, gua akan ceritain temen SMP~

[CERPEN #2] HITAM

Hitam Oleh: Zulfaa_Kh Suasana yang ramai, padat, dan berisik sudah menjadi makanan sehari-hariku. Sebuah tempat yang menjadi rumah k...